Selasa, 02 Maret 2010

BERDOA DAN BERSYUKUR

Iseng-iseng saya bertanya pada beberapa teman. “Kapan kalian mengucap syukur?”

Jawabannya sangat variatif walaupun pada dasarnya sama. Ucapan syukur seringkali dilontarkan ketika  sedang mendapatkan rejeki. Lalu saya katakan pada mereka bahwa itu adalah hal yang biasa. Ucapan syukur ibarat ucapan terima kasih karena kita baru saja mendapatkan sesuatu dari seseorang. Ucapan terima kasih tersebut adalah lumrah karena memang sudah menjadi kebiasaan kita untuk berterima kasih terhadap suatu pemberian.

Lalu saya tanyakan kembali, pernahkah kalian berterima kasih untuk suatu pengharapan atau permintaan? Bukannya jawaban yang terlontar, justru pertanyaan dikembalikan ke saya. “Untuk apa berterima kasih sebelum kita mendapat sesuatu?”

Pertanyaan itu tidak bisa terjawab karena memang tidak butuh jawaban.

Kemudian saya coba jelaskan beberapa hal. Antara lain, permintaan, doa dan pengharapan kepada TUHAN.

Permintaan adalah upaya yang dilakukan agar kita diberikan sesuatu sesuai dengan keinginan kita. Pengharapan tidak jauh berbeda dengan keinginan agar sesuatu terjadi. Sementara doa seringkali dimaksudkan sebagai lontaran keinginan dan pengharapan kepada TUHAN.

Saya coba gali dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata DOA berarti “[n] permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan.” Dari sinilah saya mulai bisa menjelaskan bahwa dalam doa kita kepada TUHAN seharusnya terdiri dari ucapan keinginan serta harapan kita yang diiringi dengan ucapan syukur.

Ucapan syukur adalah ucapan tanda terima kasih kepada TUHAN yang perlu disertakan di dalam doa-doa kita. Jadi mungkin saat ini kita berharap dapat “kenaikan gaji” Lalu  harapan kita ini terselip dalam doa. Saat itulah kita coba untuk mengucap terima kasih kepada TUHAN atas “kenaikan gaji” yang baru jadi permintaan kita.

Kekuatan doa yang disertai dengan ucapan syukur akan menambah kemampuan kita untuk berusaha lebih keras dalam meraih prestasi sehingga pengharapan kita menjadi lebih tertuju secara tepat seperti anak panah yang dibidikkan dengan penuh konsentrasi oleh si pemegang busurnya. Kalaupun beberapa kali anak panah itu meleset dari sasaran, tetapi dengan penuh ketekunan dan kesabaran pastilah suatu saat ada yang tertancap tepat mengenai sasaran.

Demikianlah doa dan pengharapan disertai dengan ucapan syukur yang tulus akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi kita untuk terus berusaha agar apa yang kita cita-citakan dapat tercapai.



Bagikan

1 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ucap syukur senantiasa