Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2009

BUKAN PELAJAR BICARA PE-ER

Kemarin sore, sepulang dari kerja jadi buruh di kantor sebelah rumah (100 m ke barat) seperti biasa saya sudah ditunggu oleh beberapa pelanggan untuk mencetak foto-foto dari handset mereka. Maklum, saya di rumah kan buka usaha kecil-kecilan jadi tukang foto dan memberikan layanan cetak foto digital, sederhana saja, hanya menggunakan beberapa perangkat peralatan inkjet sebagai alat cetaknya.

Sejak beberapa bulan kemarin di sela-sela pekerjaan rutin itu iseng-iseng belajar bikin blog. Maka bila komputer khusus saya dihidupkan, jaringan internetnya tidak pernah ketinggalan selalu disambung. Jika sudah nyambung langsung saja baca-baca artikel di blog yang sudah sering saya kunjungi.

Nah, kemarin sore saya langsung pergi ke blognya Si Fanny, blognya selalu fresh, ia sangat rajin bikin posting, lucu-lucu dan tidak ada sara atau obrolan politik. Jadi saya suka.

Tapi artikel ini sangat tidak saya sukai. Terus terang, kalau ada artikel yang isinya pe-er pe-eran, dimanapun pasti tidak saya baca sebab bagi saya tidak bermanfaat, tapi yang ini beda-dia tulis nama saya ”RCO”. Terpaksa juga saya membacanya.

Ternyata ada semacam tugas yang perlu dikerjakan untuk posting. ”Wah, kurang kerjaan benar orang ini.” saya membatin.
”Katanya Notaris, kalau ndak ada kerjaan mbok yao tolong saya dibikinkan NPWP atau SIUP gitu kok malah dikerjai,”

Dan inilah yang harus dikerjakan, (ini saya kopipaste-kan begitu saja)

1. Ambil photo terbaru kamu, lebih baik sekarang juga di photo khusus untuk ngambil award ini

2. Jangan ganti baju, jangan rapikan rambut, pakaian dan yang lainnya pokoknya langsung photo

3. Posting photonya ga pake di edit segala macem

4. Posting juga instruksinya, bareng sama postingan photo (ya kaya gini aja lah...)

5. Tag 10 orang buat ngelakuin hal yang sama seperti ini...


Nah, ini dia gambar saya tanpa diapa-apakan, walau saya bisa photoshop bahkan boleh dibilang jago (wuih! nyombong dikit) tapi yang ini saya jamin keasliannya tidak pakai ditelanjangi atau diganti kepala orang lain. Lihat, betapa dahyatnya. Belum ganti baju, masih pakai pakaian buruh, tidak pakai mandi dulu. Ini benar-benar langsung photo, minta tolong seorang pelanggan dengan kamera pocket digitalnya. Hancur lebur, bukan?



Dan, sesuai dengan aturan ke 5, saya coba tag ke mereka yang rajin jadi komentator di blog ini, antara lain :


Bocah Bancar

Mojoniaga

Mbak UMI

MGYP

Gratisanboy

Kang Bahtiar

Phiy

Teh Yayan

Senoaji


Dan special (Tidak pakai telur, ya!) buat Aribicara karena dengan perjuangannya yang tinggi untuk bisa komen di sini baru kemaren berhasil. Selamat ya Ari!


Nah, adil bukan? Walau tidak sampai 10 orang, tapi sudah mencakup dari yang muda sampai lebih dari usia muda, dari yang cantik sampai yang ganteng.


Sudah… sudah..., jangan lama-lama pandang foto saya, kualat baru tahu rasa….!





Selasa, 13 Januari 2009

USAHA CETAK FOTO DI RUMAH

5 tahun yang silam saya sudah mulai belajar membuka usaha cetak foto di rumah dengan sedikit pengetahuan tentang komputer dan sedikit kemampuan di bidang Fotografi.

Pada mulanya pelanggan saya masih seputar teman-teman dekat dan tetangga saja, lalu kemudian berangsur-angsur meluas sampai ke desa tetangga bahkan luar kecamatan.

Tahun kedua saya masih terima layanan pengetikan untuk mengisi kekosongan pekerjaan. Tahun ketiga sampai sekarang sudah tidak lagi terima pengetikan. Layanan saya khusus foto kilat, cetak foto digital dan editing video.

Banyak suka duka saya alami pada tahun-tahun tersebut. Yang memusingkan justru dari para pesaing yang baru buka usaha dan sudah banting harga sedemikian jatuhnya jauh lebih murah dari harga jual saya, akibatnya pelanggan saya menurun. Karena saya jaga kwalitas dengan modal kertas dan tinta yang bagus saya tidak bisa kasih harga murah.

Sekarang setelah saya temukan formula yang tepat dan murah pada bahan dasar cetak foto, saya pun banting harga-tapi masih di atas pesaing saya. Hasilnya luar biasa. tidak sampai 3 bulan pelanggan saya kembali bahkan lebih banyak dan bertambah.

Saya tidak kwatirkan lagi persaingan tidak sehat itu. Produk saya lebih awet kwalitasnya dan banyak variasi yang saya berikan pada pelanggan.

Bagi kawan-kawan yang baca posting ini ingin buka usaha cetak foto digital di rumah dengan kwalitas foto yang lumayan awet, saya akan berikan tips-nya. Tapi ingat, kalau kepingin usahanya maju dan terus berjalan mulus, bersainglah secara sehat.