Senin, 02 Februari 2009

AKU CINTA INDONESIA


BAGIAN PERTAMA : TENTANG CITA-CITA




Sebagai anak dari keluarga yang pas-pasan sebetulnya cita-cita saya tidak bisa dibilang sederhana, menjadi tukang foto professional bukan hal biasa. Saya belajar memotret sejak tingkat sekolah menengah atas. Untuk melampiaskan hasrat belajar saya di bidang itu saya terpaksa meminjam kamera tetangga. Agar bisa membeli filem saya harus mengumpulkan uang saku yang diberikan orang tua saya. Bahkan saya rela jalan kaki sejauh 10 km ke sekolah untuk menghemat uang saku saya, tentu saja agar sisa uang tersebut bisa saya pakai untuk praktek belajar memotret. Bagi saya biaya untuk cuci cetak filem saat itu masih sangat mahal.


Tamat SMA saya tidak meneruskan belajar ke perguruan tinggi. Kedua orang tua saya sudah menyerah dan merasa tidak mampu lagi membiayai, karena biaya kuliah mahal. Saya tidak begitu mempersoalkan masalah tersebut walaupun saya tahu dari semua teman-teman sekolah saya hanya saya seorang yang tidak menlanjutkan kuliah.


Saya tidak pernah berputus asa. Kehidupan saya harus terus berlanjut. Cita-cita saya harus tercapai walau bagaimanapun caranya, tapi dengan jalan yang benar. Ketika baru lepas SMA sayapun rajin mencari lowongan pekerjaan di sana-sini. Saya rela ikut kerja apa saja untuk mendapatkan penghasilan. Dan uang yang saya dapatkan bisa digunakan untuk keperluan membuat lamaran dan pergi wawancara bila ada panggilan. Hingga pada akhirnya ada sebuah perusahaan di bidang jasa kesehatan baru yang mau menerima saya untuk bekerja. Walaupun dengan gaji hanya sebesar 50 ribu rupiah per bulan (1992), saya terima kesempatan ini dengan harapan akan ada peningkatan. Tetapi setelah bertahan sampai 8 tahun harapan saya pun tinggal angan-angan. Tahun ke delapan saya hanya bisa menerima gaji sebesar 200 ribu rupiah saja per bulan. Penghasilan yang sedemikian itu tentulah tidak bersisa setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Saat itu usia saya sudah mencapai 27 tahun. Teman-teman sekolah saya sudah banyak yang berhasil. Saya dengar ada beberapa telah menjadi dosen pada perguruan tinggi negeri maupun swasta, bahkan ada yang menjadi pengusaha. Wal hasil saya pun malu bila ada undangan reuni teman-teman sekolah SMA, saya tidak pernah hadir. Dan saya berusaha menghilang dari peredaran mereka sampai saat ini.


Usia saya semakin bertambah, kedua orang tua saya sudah mulai menuntut agar saya segera mencari pasangan hidup. Menurut mereka, rejeki akan bertambah bila saya telah menikah dan mempunyai anak. Banyak contoh diberikan oleh mereka untuk meyakinkan saya, bahwa sebuah keluarga akan memiliki rejekinya masing-masing. Nasib itu akan berubah dengan sendirinya.


Saya mencoba berfikir secara realistis, kalau dengan gaji 200 ribu rupiah per bulan tidak cukup untuk satu orang bagaimana saya bisa menghidupi dua orang.
Ah, masa bodo dengan perkawinan, masa bodo dengan keluarga. Saat itu saya hanya ingin beli kamera SLR untuk meneruskan cita-cita saya jadi tukang potret professional, walau biayanya sangat mahal sekalipun. Lagi pula belum ada satu wanita pun yang mau melirik saya. (Kalau yang saya lirik sudah banyak, Ha ha ha….)

15 komentar:

o_chan mengatakan...

sama, aku juga ngga melanjutkan kuliah, cuma ambil D1 biar bisa ga bergantung sama orang tua lagi.

terus aja berjuang, Tuhan memihak pada para pejuang.

cerpen kita

liza fathiariani mengatakan...

semangat yaa,..orang tuaku juga hanya petani kecil,..tapi sebagai anak juga harus tau diri dan tidak serta merta bergantung pada ortu. jadi, disamping kuliah aku juga kerja

accan mengatakan...

salam KEnal... !!!

salendra mengatakan...

Right I like that..........itu baru keren heee
anak muda memang musti kreatif dan berani

btw saya tertarik mau jadi Photografer tpi blm kesampean beli kameranya blm ada badgetnya bwt bli kamera msh mikir kuliah dlu nih.

klu ada yg mau jual kamera murah blm tuh yg harganya terjangkau :d

tagamaksimal mengatakan...

Pada dasarnya hal yang luar biasa bisa di hasilkan dari hal-hal yang biasa disertai dengan kerja keras dan ketekunan. Hal ini tidak hanya bisa di lakukan oleh orang-orang sukses, tetapi juga oleh orang biasa seperti kita semua dengan segala keterbatasan yang ada.
Maju terus mas!

Hehehe saya juga sedang dalam posisi "diminta" menikah, wuaduh fase yang menggamangkan (loh jadi curhat gini??)

tagamaksimal mengatakan...

Pada dasarnya hal yang luar biasa bisa di hasilkan dari hal-hal yang biasa disertai dengan kerja keras dan ketekunan. Hal ini tidak hanya bisa di lakukan oleh orang-orang sukses, tetapi juga oleh orang biasa seperti kita semua dengan segala keterbatasan yang ada.
Maju terus mas!

Hehehe saya juga sedang dalam posisi "diminta" menikah, wuaduh fase yang menggamangkan (loh jadi curhat gini??)

kweklina mengatakan...

saat saya smea, papaku bangkrut karena dibohong teman.

tapi tak membuat aku putus aza untuk sekolah, sy tinggal dirumah teman Smeaku dan bantu mereka jaga toko.

saya tak minta digaji...saya ada tempat tinggal, makan, dan dibeli buku.

saat tamat smea, keadaan keluargaku sudah mendingan. Hinaan datang dari keluargaku snediri, kalau ngak mampu biayain...jangan maksakan diri.

saya ambil baju dari sahabat saya yang kebetulan agen, saya jual, setelah ada yang laku saya kembalikan modalnya. setidaknya mampu buat aku beli buku dan kuliah.

saat kuliah saya ambil kursus jahit, dan akhir saya bisa menjadi penjahit dengan langganan yang tidak sedikit.

aku yakin...dimana ada niat...akan ada jalan..walaupun pahit dan susah kita jalani, Tuhan selalu berada diposisi kita, selama kita berada dijalan yang benar.

apapun...tetap semangat ya! :)

phiy mengatakan...

Hyahahaha...smangat2, wanita masih banyak kok :D
Nice post, salam kenal ;)

hamidin krazan mengatakan...

balada hidup enak ditulis, susah dijalani, tapi tak usah dijadika iklan propagandis, yg penting kita bahagia jika bisa melewati massa krisis perjalanan hidup kita , ya kan mas?

science mengatakan...

salam kenal rekan blogger!
semangat!

yang sukses bkanlah orang yang bergelar atau berkuliah:lihat andrie wongso!

tapi anda sudah punya syarat minimal untuk sukses:semangat..

sisanya tinggal perjuangan kita!

satu tips agar kita selalu semangat:motivasi kita adalah orang tua

SEMANGAT

science mengatakan...

salam kenal rekan blogger!
semangat!

yang sukses bkanlah orang yang bergelar atau berkuliah:lihat andrie wongso!

tapi anda sudah punya syarat minimal untuk sukses:semangat..

sisanya tinggal perjuangan kita!

satu tips agar kita selalu semangat:motivasi kita adalah orang tua

joe~Rock! mengatakan...

wah, semangat bro!

bocahbancar mengatakan...

Hhhhmmmm...Cerita yang sangat mengharukan Maz(meskipun belum selesai ceritanya kan, masih bersambung)..

kalo cerita Maz ini dimulai dari tahun 1992 yang lalu, saya menjalani hal tersebut sekarang, orang tua tidak dapat membiayai kuliah saya, maka setelah lulus tahun 2007 lalu dari SMK Jurusan Geologi Pertambangan, saya mengikuti tes kerja di Daihatsu, dan alhamdulillah lulus, dari awal masuk saya sudah merencanakan untuk kuliah di Tahun 2008 dan akhirnya saya bisa masuk di STKS Bandung dengan mendapatka beasiswa penuh..

Tapi masih saja, saya ini tidak punya apa-apa, lalu saya mengambil kerja part time hingga sekrang(jaga warnet), makan pun tidak pernah penuh 3x sehari but, saya sudah bahagia Maz saya masih bisa aktif di kelas dan di organisasi, apalagi di dunia maya ini saya sudah mendapatkan teman teman yang amat begitu baik...

Semangat ini akan selalu terus saya jag, hingga cita cita saya untuk mengenyam pendidikan tinggi di Jepang bisa terwujud..

dengan semangat dan kemauan yang keras, insyaallah akan berhasil(seperti cerita teman teman di atas yang juga berangkat dari kesusahan dulu da akhirnya bisa mencapai keberhasilan)

Salam Maz..Selalu semangat yaw...(^_^)

RCO mengatakan...

@ Bocahbancar : Saya hanya sekedar berbagi kisah kecil yang mungkin bisa dijadikan inspirasi bagi yang lain, toh kenyataannya banyak yang bernasib lebih buruk dari yang pernah saya alami. Lanjutin baca ceritanya......masih puanjang. Semoga bermanfaat.

demoffy mengatakan...

wujudkan mimpi itu...
jangan kembaLi tidur Lagi...

Indonesia...