Hand Set, handphone, telphon genggam, phone cell, dan mobile phone adalah sebuah julukan untuk sebuah alat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Barang yang bisa dimiliki oleh siapa saja, mulai kalangan elite hingga ke tukang becak. Sangat ironis memang bila mengingat banyak yang mengakui bahwa negara ini adalah negara miskin, sementara alat komunikasi itu bahkan menjadi trend gaya hidup masa kini.
Yang menjadi perhatian saya bukan siapa yang bisa memilikinya, karena saya takut akan mengungkap banyak kebohongan di sekitar kita. Coba bayangkan, saya pernah melihat seseorang membawa telephone genggam tapi ia berobat ke rumah sakit pemerintah dengan menggunakan keanggotaan ASKESKIN.
Seringkali saya tersenyum sendirian karena ulah para pemilik handphone. Ada saja yang aneh setidaknya menurut pola pandang mata saya. Berdasarkan pengamatan saya terhadap pengguna mobile phone di sekitar tempat kerja yang bisa dikatakan usil ini ada beberapa pola gaya bertelepon. Mau tahu gaya bertelepon dengan phone cell hasil riset saya?
Gaya mondar-mandir.
Sesuai namanya, gaya ini adalah gaya seseorang yang bertelepon dengan mondar-mandir ke sana ke sini seperti mencari sesuatu. Sesekali pandangannya ke atas sesekali ke bawah. Suaranya keras seakan-akan tidak ada orang lain di sekitarnya. Entah apa maksud orang ini bertingkah seperti itu, yang jelas sebelum telephone-nya berbunyi ia diam dan duduk di tempatnya dengan tenang, tapi saat nada dering terdengar dari HP-nya tiba-tiba ia berdiri dan bercakap-cakap dengan suara lantang dan mulailah ia berjalan seperti orang bingung.
Gaya malu-malu.
Gaya yang kedua ini gaya bertelephone yang terlalu sopan sampai-sampai suaranya tidak terdengar oleh siapapun bahkan mungkin oleh si penelepon. Saya sebut malu-malu sebab kadang-kadang orang ini justru menghindar dari keramaian dan bersembunyi, masuk kamar atau WC kemudian dikunci dari dalam. Sebenarnya gaya ini dimiliki oleh orang banyak uang dan banyak selingkuhan, jadi ia takut ketahuan belangnya. Mungkin ya?
Gaya orang sakit telinga atau pendengaran berkurang.
Gaya ini hampir mirip dengan gaya mondar-mandir. Cuma kapasitas kebingungannya sedikit. Ia lebih banyak duduk. Tapi ia tidak peduli banyak orang di sekitarnya. Mode Speakernya dihidupkan dengan volume sangat kuat padahal posisi handphone-nya hampir dekat telinganya, sampai-sampai suara si penelepon terdengar banyak orang, dan ia berbicara sambil tersenyum-senyum tanpa dosa layaknya ia sedang berada di hutan tanpa orang lain bersamanya. Sebenarnya ini lebih cocok untuk orang yang sedang terkena pendengaran berkurang, bahasa kasarnya tuli.
Gaya Breaker
Breaker adalah orang yang menggunakan alat komunikasi berupa Handy Talky atau radio transeiver, saya sering lihat alat ini masih dipergunakan oleh satpam-satpam di pertokoan untuk berkomunikasi sesama anggota. Nampaknya cara berkomunikasi tersebut juga sering saya temui pada pengguna Hand Phone. Gaya ini hampir mirip dengan gaya orang sakit telinga, dimana handset dipergunakan dengan mengaktifkan speaker. Tapi agak lebih sopan sebab kadang-kadang nada bicara dan speakernya tidak terlalu tinggi. Cara menelepon yang aneh menurut saya sebab si pengguna jika sedang berkomunikasi selalu merubah posisi HP, saat bicara HP didekatkan ke mulutnya setelah selesai bicara dikembalikan ke dekat telinganya. Orang seperti ini selalu tidak nyambung kalau diajak ngobrol lewat telephon genggam, sebab pada saat kita bicara justru HP-nya dekat ke mulut, perbedaannya dengan Handy Talky-bila selesai bicara si pengirim berita mengatakan,”Ganti” sebagai penanda si pendengar giliran bicara. Telephone Cellular harusnya lebih canggih dari Handy Talky tapi penggunanya sekuno radio komunikasi jaman dulu.
Gaya orang bisu.
Gaya ini juga tergolong aneh sebab menurut saya handset paling canggih sekalipun masih memiliki fungsi utama untuk komunikasi suara, tapi pada gaya ini orang tidak mengeluarkan suara melainkan dengan menuliskan SMS. Kalau jarang-jarang, saya rasa tidak masalah, tapi orang jenis ini sukanya mainkan jarinya dengan lincah untuk menuliskan pesan kecuali menghubungi telepon rumah. Gaya inipun mulai mewabah di kalangan anak muda yang mungkin merasa lebih irit ber-SMS. Dan para penyedia layananpun berlomba-lomba banting harga SMS agar pelangganya lebih nyaman berolah raga jari. Saya paling benci dapat SMS sebab kadang bahasanya tidak bisa dimengerti, bahkan kamus internasionalpun belum mampu mengartikannya. Atau saya sudah terlalu tua untuk mengerti bahasa canggih?
Gaya Tangan Usil.
Gaya ini sebenarnya tidak terlalu aneh hanya saja sedikit lucu dan merugikan diri sendiri. Pengguna Handset dengan gaya ini biasanya kalau sedang terima panggilan tangannya suka usil. Jika sedang memegang alat tulis dan di depannya ada buku, maka kertas yang tadinya bersih akan segera penuh dengan corat-coret di sana sini. Bila sedang makan maka makanan yang di atas piringnya segera teraduk-aduk sampai rata.
Sebenarnya masih banyak gaya-gaya lain pada penggunaan telephon genggam, tapi beberapa yang tersebut di atas adalah gaya yang sering saya lihat di sekitar saya. Bagaimana dengan gaya yang ada di sekitar anda?
18 komentar:
wakakkakakakaka aja aja ada mas... xixixixixixixi,, untung gak ada ada gaya pingsan yak!
kalo aku sih disesuaikan dengan kondisi.. :D
tapi nggak pernah pake yang gaya HT
Gaya rocker..kl lg ngomong di telp treak2.. yg denger aj mpe budek kali ya hihi
gaya rocker yg kl lg ngomong di telp mpe treak2,yg lawan bicaranya aj budek kali dengernya hihi yeaaah
Wah sudah observasi ke lapangan dulu yaw Maz...
We weh weh siip lah...
Saya itu masuk gaya telfon malu-malu he he he...
@Bocah Bancar, tapi bukan yang banyak selingkuhan kan?
Cewe juga belum punya ko Maz he he he
wah kayaknyagaya yang terakhir nih yang kna aku......
ada tambahan :
ada yang pake gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya bebas, gaya terjungkal, gaya jatuh, dll
hehehehe
hehehehe, bisa aja si mas. Yang pake hedset agak sedikit pamer kali ya, gayanya aneh2
eh tadi perasaan dah koment, tapi belum muncul hehe, atau cuma perasaanku kali ya :D
hehe kayaknya yang pake hedsetnya agak pamer juga mas, makanya gaya nya aneh-aneh
ditambahin donk, gaya kodok loncat, gayak makan bakpau, sama gaya kucing ngupil xixixixi
aku jadi inget temenku, dia sering pake headset, ada kali 24 jam minus waktu tidur, ditelpon pacarnya mulu, hihihi...
@Phiy Kalo yg itu bisa dibilang gaya... ehm...
takpikire dulu tar........ehm....gaya terjerat lelaki kali ya .... yg cocok.
ahahaha...konyol !!! ngakaaaaak
Aku cuma mo nambahin aja bro.. Hati2 kalo naek motor pake headset yang full musik, di daerahku ada 2 kejadian yang semuanya tewas mengenaskan karena waktu motornya mo belok diklakson dari belakang gak kedengeran, yach akhirnya nyawanya pun melayang..
wah, saya pake gaya apa ya? kayaknya gak ada semua tuh.
Wah, pengamat juga rupanya si bos nih. Klo aku perpaduan gaya orang budek sama gaya rocker. Mungkin karena hpnya butut, gak jelas suaranya. Kini malah gak lagi punya hp, ilang melulu. Mo beli lagi blum punya duit.
Akhirnya bisa comment juga disini :)
Gaya yang bisu itu kliatanya yang paling berbeda dari yg lain :)
Salam :)
Posting Komentar