Selasa, 03 Maret 2009

KISAH TIGA ORANG PERTAPA


Kisah ini pernah saya dengar dari seorang guru Bahasa Jawa sewaktu SMA dulu. Kini saya akan coba ceritakan kembali dengan versi sedikit berbeda, nanti kawan-kawan saya minta menebak lanjutan ceritanya. Baik, sudah siap?

Yah, apa jawaban anda?

Oh, belum ya?


Begini kisahnya:

Pada sebuah padepokan di negeri Entahkapan sedang mengadakan ujian praktek bagi 3 orang murid senior. Ujian ini dimaksudkan untuk mencari seorang pengganti dari wakil si Maha guru yang melarikan diri gara-gara kecantol partai politik dan siap menjadikannya caleg. Sang Maha Guru segera melakukan tindakan yang tepat untuk mengisi kekosongan jabatan itu dengan memilih 3 orang murid yang berprestasi untuk diseleksi.


Pada suatu petang Sang Maha Guru memanggil 3 murid pilihannya yaitu Si Penthol, Penthil dan Pedhal untuk menghadapnya. Ketiga murid itu merasakan ada sesuatu yang sangat penting, karena tidak biasanya Maha Guru memanggil muridnya secara khusus.


Setelah ketiga murid tersebut berada di ruang pertemuan Sang Maha Guru berkata,”Kalian aku panggil kemari karena aku merasa harus ada pengganti Pedhet, wakilku yang durhaka itu. Tapi hanya satu dari kalian bertiga yang terpilih melaui satu ujian kecil yang harus kalian lakukan.”


Sang Maha Guru mengucapkan kalimatnya dengan penuh wibawa. Para murid menunduk penuh hormat.


“Apakah kalian siap melakukan tugas ujian ini?,”

“Siap, Maha Guru!” Sang Murid menjawab bersamaan.

“Dan jika terpilih, kalian sanggup melakukan tugas sebagai wakilku?”

“Sanggup.”


Sang Maha Guru diam sejenak sambil memperhatikan ketiga muridnya yang sedang menunggu apa gerangan yang hendak diperintahkan.


“Yang harus kalian lakukan adalah bertapa selama 3 hari 3 malam. Kalian harus mencari tempat sendiri-sendiri, carilah tempat yang menurut kalian tidak ada manusia, dan bertapalah kalian di sana. Setelah itu kalian harus menghadap aku pada hari ke empat dengan membawa barang bukti dari tempat kalian bertapa.” Demikian perintah Sang Maha Guru didengarkan baik-baik oleh murid-muridnya itu.


“Kapan kami mulai, Maha Guru?” Tanya Si Pedhal.

“Apakah kalian mengerti petunjuk dari perintahku tadi?”

“Ya, kami mengerti!”

“Sekarang juga kalian bisa memulai dan ingat, hari keempat dari sekarang kalian menghadap aku di tempat ini pada waktu yang sama!”


Maka pergilah ketiga murid pilihan itu untuk menjalani ujian.


Si Penthol dengan pemikiran cerdasnya segera pergi ke puncak gunung tertinggi di kepulauan itu. Ia yakin bahwa di sana pasti tidak ada manusia selain dirinya. Dan malam itu juga ia telah sampai di tempat yang ditujunya menggunakan ilmu angin ngebut andalannya.


Demikian pula dengan Si Penthil, dengan kelebihannya menyelam di laut ia segera pergi ke sebuah goa di tengah-tengah pulau karang. Ia yakin manusia tidak akan bisa sampai ke tempat itu tanpa kemampuan menyelam, karena goa itu hanya bisa dimasuki melalui lobang di bagian bawah pulau karang kemudian menyusuri lorong itu hingga sampai bagian atas pulau yang terdapat goa tanpa air. Malam itupun dia telah berada di sana.


Tapi lain bagi Si Pedhal, dengan kemampuan anuraga yang melebihi kedua rivalnya tanpa berpikir panjang segera melesatkan tubuhnya untuk pergi mendahului mereka. Tapi sejauh apapun ia pergi ia merasa tidak menemukan tempat untuk bertapa sesuai dengan perintah Sang Maha Guru. Dan selama tiga hari tiga malam ia tidak melaksanakan tugasnya untuk bertapa, yang ia lakukan hanya mencari dan mencari.


Sampai di sini dulu ceritanya, tugas kalian yang membaca adalah menebak kira-kira siapa dari ketiga murid itu yang lolos dalam ujian? Lalu apa alasannya? Mudah bukan?


Ada hadiah bagi penebak yang benar. Hadiahnya, tiket VIP untuk 2 orang nonton Pemilu 2009.


Baik, saya tunggu jawabannya.

10 komentar:

Senoaji mengatakan...

bertapa dulu mas nyari wangsit dan jawaban... nanti saya kabari setelah bang toyib pulang kampung. yuk!

*wuzzzzz dan mecothotlah pendekar kanuragan ini ke tempat yang bukan tujuannya, WC umum!*

suwung mengatakan...

ngak akan ada yang bisa karena perintah guru adalah “Yang harus kalian lakukan adalah bertapa selama 3 hari 3 malam. Kalian harus mencari tempat sendiri-sendiri, carilah tempat yang menurut kalian tidak ada manusia," ya itu kan dimanapun dia bertapa jelas ada manusianya... yaitu yang bertapa itu sendiri bos

RCO mengatakan...

@Suwung: Hampir benar

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bertapa di surga aja. gak ada manusia kan. hanya ada Tuhan dan para malaikat dan roh manusia. tapi tidak ada manusia secara fisik.

RCO mengatakan...

@Sang Cerpenis bercerita : Tumben Gak nyambung, non? Atau penulisnya yang O'on ya? Sampai-sampai yang baca gak ngerti.

phiy mengatakan...

mungkin si Pedhal itu,
karna dia ngerasa dimanapun dan kapanpu slalu ada yang ngawasin: tuhannya..

RCO mengatakan...

@Phiy : Hampir benar

ocean mengatakan...

Hi Friend.. Interesting post.. Nice cool blog.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

Bahtiar Baihaqi mengatakan...

Wah, rada politis dan filosofis nih. Rasanya pernah denger. Jawabanku hampir sama dengan Phiy, si Pedhal yang bakal kepilih. Tapi, alasannya aku lupa. Pokoknya dia jujur aja ngaku ke Mahaguru bahwa dia gak bisa menemukan tempat bertapa karena namanya di dunia kan hampir semua tempat ya dihuni manusia. Dia mungkin hanya merenungi diri saja, merasuki nuraninya sendiri hinggga menemukan Tuhannya. Jadi, hanya dia dan Sang Pencipta itu, gak ada manusia lain selain dirinya sendiri.
Ya, gitu aja. Kalau nanti dapet hadiah, aku berikan untuk mereka yang lebih berhak saja. Hahaha.

Semar Badranaya mengatakan...

hehehe.. no comment.. tp ini adalah cerita menarik dan filosofis ..