Sabtu, 28 Maret 2009

RAMALAN MASA SILAM

Jika saya melihat jalanan yang terbentang. Lalu lalang kendaraan bermotor seperti tidak terkendali. Jumlahnya setiap tahun bahkan setiap hari bertambah banyak. Orang-orang yang mengendarainyapun terkadang nampak hanya mampu mengemudi tapi tidak tahu bagaimana menjadi pengemudi yang benar. Kecelakaan sering terjadi dikarenakan kelalaian demi kelalaian para pengendara itu. Tak jarang kejadian itu membuat nyawa mereka melayang sia-sia. Bahkan orang yang berusaha berhati-hatipun bisa menjadi korbannya.


 

Tidakkah kita pernah berfikir bahwa kendaraan bermerk asing yang kita kendarai ini adalah senjata pembunuh yang paling ampuh? Kebetulan rumah tempat tinggal saya tepat berada di pinggir jalan raya. Hampir setiap minggu terjadi kecelakaan di sepanjang jalan itu. Dari beberapa kecelakaan bahkan memakan korban jiwa. Tragis. Kendaraan yang tadinya bertujuan untuk sarana yang mempermudah aktivitas kita, justru mempercepat kita kembali ke alam baka.


 

Mengamati merek-merek kendaraan itu, saya jadi teringat sebuah cerita tentang Jepang saat berpamitan untuk pulang dari Indonesia karena kalah perang dengan sekutu. Kita masih ingat bukan, pada tahun 1945 Jepang yang sebelumnya merajalela hampir di seluruh jagat ini akhirnya menyerah kalah. Dua mercon raksasa terbuat dari atom yang terkenal dengan BOM ATOM dihadiahkan secara cuma-cuma oleh sekutu. Dua kota besar di negeri matahari terbit itu luluh lantak rata dengan tanah. Ribuan nyawa sia-sia melayang. Penduduk tidak bersalah jadi korban kekejaman letusan petasan raksasa itu.


 

Setelah merasakan kekalahan yang tidak terhitung jumlahnya itu akhirnya Jepang menyerah kalah. Sebelum pulang ke tanah airnya yang hancur itu seorang Jepang mengatakan,"Jangan bersuka cita dulu, hai kau orang-orang jajahan. Kini kamu boleh bersorak-sorak bergembira karena kekalahanku. Tapi ingat, Jepang akan datang kembali untuk menjajah kalian tanpa harus memakan korban nyawa dari rakyatku. Kalian akan menikmati kematian demi kematianmu."


 

Kendaraan-kendaraan roda dua hingga roda empat yang kini sering memakan jiwa bangsa kita adalah bukti dari ucapan itu. Tragedi yang tidak pernah kita sadari. Kita telah dijajah dengan kenikmatan berkendara. Matipun tidak terasa.

15 komentar:

riosisemut mengatakan...

Hahaha... bisa aja nyambung2in kata,

Bdw, thanks Bro udah mampir, tp koq gak di follow skalian?
Ntar gantian deh.

JengSri mengatakan...

masa silam kok diramal bang???

dwina mengatakan...

yup.. kamu benar.. hampir semuanya kendaraan di tanah air emang buatannya di japanese-japanese itu. yach..

blognya bagus.. awannya ngegemesin..hehehhe

bocahbancar mengatakan...

Mmmm....Apa benar Mas Jepang berkata demikian, lalu yang mengatakannya itu komandan siapa..???

Terus kalo masalah industri Jepang yang sudah merajalela kemana2 itu bukan karena alasan penjajahan lagi, itu murni karena ekspansi industri..

Dan tau sendiri kan ekspansi industri itu amat dekat dengan kompetisi, lalu jika semua produk Jepang itu menjamur(tidak hanya di Indo saja) berartyi kan memmang kualitas Jepang itu diakui dan pantas digunakan...

He he he, ini hanya sebuah cara pandfang lain dari anak Bangsa(selain saya memang pengagum Jepang hohohoho)..

Salam hangat Bocahbancar....

RCO mengatakan...

@bocah bancar: Jangan diambil hati, namanya juga anekdot.

phiy mengatakan...

skarang dah kluar kotak komennya,
kmaren di klik berkali2 ga kluar apa2 :D

kalo aku sih ngeliat fenomena "motor" ini dari segi unintended consequence dari pasar global :)

LaDy mengatakan...

aku rada benci euy sm penjajah, jdnya rada ga mau tahu ttg produk2 yg diciptakan olh penjajah.. kita juga bisa kok membuatnya,, hahah.. naon seh???!!!

Yg utama gw cinta Indonesia.. huhuhuhh

rastafarian mengatakan...

plus minus pati ada yg kita dapat pasti ada sisi baik dan tidaknya,mau ngontel dari ambulu ke jember,jepang sich bikinnya terlalu kenceng dan kita juga suka cari yg berbadan kecil dan berbobot besar,yg besar ya ccnya

Seno mengatakan...

bener juga ya, tiap tahun angkan kematian karena tabrakan makin meningkat.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tapi tanpa kendaraan itu, kita akan susah mau kemana2. lebih lama dan gak efisien kalo harus jalan kaki. semua ada sisi negatif dan positifnya.

attayaya mengatakan...

yup kita telah dijajah dengan cara lain
cuma kadang kita ga sadar
kita terlena,
kita terbuai oleh kemajuan tekhnologi bangsa lain.
sehingga kita manja dan tidak bisa mengembangkan tekhnologi lebih bagus dari bangsa lain.

Remba mengatakan...

Yaaaahhhh.......
Main ke blogku yah !
Tukeran link mau ga mas ?

LaDy mengatakan...

hahha.. serius.. gw trbngun jm segitu. dan ini pnyakit lm ku.. aku bnci... hufff... ada obat penolak bangun dini hari ga???

J O N K mengatakan...

mmmm, gimana ya ,,, tapi anekdot inih ya mas, jangan di ambil pusing ya ?

Senoaji mengatakan...

wakakakkakakak!!! menohok! penyakit bangsa ini yang lumayan akut, adalah terlena...