Senin, 09 Maret 2009

SARANA

Beberapa hari yang lalu iseng-iseng saya bikin tebak-tebakan dengan beberapa teman di tempat kerja. Saat istirahat siang, di luar masih hujan sejak kemarin sorenya. Dasar otak orang pas-pasan tiba-tiba muncul ide aneh untuk saling mengolok-olok sesama teman pekerja rendahan yang notebene gajinya masih dibawah UMR.

Karena sebagai pegawai rendahan kami hanya bisa bermimpi untuk punya mobil seperti para pekerja menengah ke atas lainnya. Berkhayal saja kami sudah ketakutan. Kalaupun bisa memiliki, itu bukan sesuatu yang mudah bagi kami, jika sedang di tengah perjalanan tiba-tiba salah satu ban meletus dan harus diganti berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Belum lagi pajak per tahunnya yang pasti di atas gaji bulanan kami.

Sejak sore hari sebelumnya hingga hari itu hujan belum berhenti. Pada malam hari di tengah lebatnya hujan, seorang pegawai menengah datang ke rumah saya karena ada hal penting yang harus diselesaikan. Saya heran melihatnya tidak menggunakan mobil padahal rumahnya cukup jauh, pertanyaan jail tiba-tiba keluar,"Kok pakai motor, mas? Apa di sana tadi ndak hujan?"

"Sama aja, Cuma males mau bawa mobil. Barusan dicuci tadi pagi," Jawab teman sekantor itu sambil melepas jas hujannya.

...........................

Kejadian itu memberikan inspirasi nakal untuk membuat polling diantara teman-teman senasib, seandainya kami jadi orang yang mampu membeli kendaraan roda empat. Pertanyaannya begini, "Seandainya kita berkecupan dan mampu membeli mobil, sementara itu juga masih memiliki motor dan sepeda. Saat hujan lebat, perut lapar, di rumah tidak ada sesuatu untuk dimakan jadi terpaksa harus pergi ke warung atau restoran, maka kendaraan manakah yang harus kita pakai?"

"Kan kita mang gak punya mobil?" seorang teman bertanya balik.

"Ku bilang apa? Se... an... dai...nya...! Ya pura-puralah! Siapa tahu kemudian hari kita mampu?"

Maka merekapun satu per satu memberikan jawabannya. Dari 8 orang teman saya itu hanya satu yang akan menggunakan roda empat untuk keluar di saat hujan lebat, alasannya biar tidak terkena hujan. Sementara yang lainnya memberikan jawaban yang hampir sama, enggan memakai mobil dengan alasan sama yaitu sayang kalau mobilnya kena hujan.

Saya terpingkal-pingkal menertawai mereka yang menjawab tidak pakai mobil. Akhirnya mereka ingin mendengar jawaban saya. Saya bilang, "Ya pakai mobil, dong. Kalau saya mampu beli roda empat artinya saya sudah lebih dari cukup, bukan orang miskin lagi. Kenapa harus lebih sayang sama mobil? Bukankah kesehatan kita lebih berharga? Mobil rusak ganti baru, kan orang kaya? Kalau tubuh kita yang rusak, percuma punya kekayaan, nggak bisa nikmati."

Mereka tertawa-tawa ramai, dan ada yang nyeletuk, "Dasar orang miskin, berkhayalpun ndak mampu."


 

 

5 komentar:

Bahtiar Baihaqi mengatakan...

Setuju Bos, mending gak usah beli mobil kalau malah ditinggal saat mestinya dipakai. Itu berarti memang masih kere, tapi maksa beli.

Presiden Prabowo mengatakan...

Teruskan semangatmu nak!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

segala sesuatu ada waktunya kok. nanti juga bisa beli mobil. sabarrr...

J O N K mengatakan...

kalau saya mendingan pesan WARTEG DELIVERY hahahaha, saya aman, mobil juga aman (peace)

hahahaha

sukarnosuryatmojo mengatakan...

kunjungan balik nih.
klo mobilnya kreditan, gaji hbs buat nyicil. sampai2 nggak mampu beli makanan mas..
biar tekor asal kesohor.. he..he..