Hidup bersama memang tidak mudah. Apalagi jika dalam satu rumah terdapat berbagai macam tabiat dan kemauan yang berbeda bahkan terkadang bertentangan. Dubutuhkan kesabaran dan saling mengerti antar penghuni untuk dapat mewujudkan keadaan yang menyenangkan.
Pengalaman tinggal bersama 49 orang di negeri asing dengan latar belakang yang berbeda-beda menambah pengalaman saya. Ada pengalaman yang mengerikan, menyenangkan bahkan menjijikkan untuk dingat-ingat.
Ketika dalam kesendirian, saya sering merasakan kerinduan untuk berkumpul kembali dengan teman-teman yang menyenangkan. Tapi bila mengingat mereka yang selalu jadi parasit bagi yang lain, jangankan kepingin ketemu mengingatnya saja sudah sakit dodo menthok saya.
Saya katakan sebagai parasit sebab beberapa dari mereka ini sukanya ngampung tanpa mau memberi. Mulai dari telur, sayur, sampai beras hingga ke rokok si parasit ini maunya minta dari teman yang satu ke teman yang lain. Padahal kalau mau dikalkulasi, penghasilan kami sama. Yang berbeda adalah pengeluarannya, si parasit dengan tanpa malu dan sungkan seringkali menceritakan pengiriman uangnya ke tanah air sekian juta dalam beberapa bulan. Sedangkan bagi mereka yang hidup layaknya simbiosis mutualisme dengan yang lain masih berada di bawahnya.
Mungkin ada yang tidak percaya dengan pengalaman saya ini. Tapi itulah yang terjadi. Saya bersyukur karena tidak termasuk sebagai manusia yang bersifat parasit bagi liyan itu.
Sudah menjadi kebiasaan saya dengan teman satu kamar untuk urunan membeli bahan makanan dan minuman, dengan begitu pengeluaran bisa ditekan. Kami berbelanja setiap 2 hari sekali untuk sayur dan buah. Sementara untuk beras, gula serta bahan lain yang tahan lama kami biasa membelinya setiap 2 minggu sekali.
Kami bagi tugas untuk gantian masak. Teman yang shift malam bertugas belanja bahan basah dan masak, sementara yang siang belanja bahan kering dan menanak nasi. Tapi ini hanya berjalan selama 3 bulan. Pada bulan berikutnya kami sering kehilangan bahan-bahan itu. Bahkan sayur dan buah yang baru dibeli pagi oleh teman yang shift malam giliran mau dinikmati sudah tidak kebagian. Akhirnya kamipun memutuskan untuk makan di luaran saja, daripada sudah mengeluarkan uang tapi hanya menikmati sisanya. Maksud hati ngirit tapi jadinya ngorot.
Kejadian kehilangan ini juga terjadi pada persediaan air minum dalam wadah botol plastik dan ditaruh dalam kulkas. Kami yang saling mengerti akan kebutuhan bersama itu selalu bergantian memasak dan mengisi botol yang kosong. Tapi bagi si parasit, jangankan memasakan air, mengeluarkan dan mencuci botol yang kosong saja sudah tidak mau. Bikin kopi saja hampir setiap hari hanya bawa cangkir kosong.
Seorang teman seringkali memergoki si parasit-parasit ini seolah tanpa dosa makan buah, goreng telur dan memakai piring orang lain tanpa tanggung jawab. Minum air di kulkas tanpa berusaha mengisinya kembali. Kesabarannya sudah habis karena setiap kali ia pulang kerja dan kehausan, dalam kulkas hanya berisi botol kosong.
Suatu pagi sebelum berangkat kerja teman karib saya ini berpesan agar saya tidak meminum botol yang sudah diberi tanda. Ia bilang isinya diganti dengan air istimewa yang hanya boleh diminum oleh pendompleng-pendompleng saja. Saya tidak seberapa memperhatikannya, sebab setiap hari saya selalu membeli air mineral dalam botol 1 literan.
Malam harinya sepulang kerja teman saya ini langsung kepingin minum. Ketika sedang buka kulkas, si parasit menegurnya, "To, dalam botol itu air apa? Rasanya kok aneh.?"
Air dalam botol khusus itu isinya tinggal separo. Si teman ini langsung lari ke kamar mandi dan, "Hoo...eeek.....! Hoo..eek...!" muntah.
Ternyata botol spesial itu telah diisi dengan air kran ditambah air kencingnya dikasih bumbu masak dan garam. Dan setengahnya diminum begitu saja oleh si parasit. Rasain....!
10 komentar:
Tes tes komen
Heiii. mAs... bingung mau komen apa. Tp, cm mau bilang thank u berat dah ttp setia menemani gw di blogs.. Sedikit bersemangat menjalani hidup lagi. Di tengah kejenuhan,, kelelahan yg menghampiriku.
Entahlah.. PRIA itu trll sering mmbuat gw sakit. Apa lbh baik aku hdp tnp mrka sj??
ga mgknlah. La wong dikeluarga sj aku ank cewe satu2nya. Sisanya aku di dampingi abg jg adik2 pria ku..
Hahhaha
boz td nggak bs di komen..
tapi sekarang dah bs... wkwkwk...
gmn ia rasanya air kencing? yyakkk... gag bs bayangin..
jiahhh, mantappp hahahahah
iya mas kasih pelajaran sekali-sekali ... mmm sekarang masih di luar negeri mas ?
lha yang punya kok malah ngetes komen hehehehe
hidup di tempat kos ya?
selalu ada parasit, pemalas, mau enaknya sendiri, geblek, dll
ha ha ha..kena batunya tuh si parasit. udah numpang malas pula. bener2 keterlaluan.
Serba salah memang, hidup dengan parasit
kajapa.blogspot.com
piye mas
Wah bener banget tuh, hidup dengan parasit memang menyebalkan. Saya sendiri pernah mengalami hal yang sama. si parasit g pernah mau nyapu or ngepel huwhh.. jorok banget. Udah gitu masalah makanan juga sama persis, g pernah mo nyuci piring abis makan, pokoknya nyebelin banget deh.
saya pernah ngalami seperti itu, tapi yang ini kan sudah sama2 kerja, sudah gitu pamerin kirimannya lagi.... betul2 parasit harus diamputasi
Posting Komentar