Minggu, 22 Maret 2009

Yang Tua Tidak Mau diganti Kreditan


Pertengahan tahun 2008 kemarin, monitor saya sering ngadat. Ketika sedang dipakai tiba-tiba restart sendiri seperti kita sedang menekan tombol Degauss pada menu onscreennya. Ada bunyi kretek-kretek-kretek. Padahal bulan-bulan itu pekerjaan sedang meningkat. Kontan saja otak saya dipaksa untuk berfikir keras agar segera mencarikan penggantinya. Untuk beli yang kontan tidak mungkin, sebab uang persediaan pengembangan peralatan sudah dibelikan Printer R230 2 buah pada bulan sebelumnya. Satu-satunya jalan, cari yang kreditan. Itupun kalau ada.


 

Ketika jalan-jalan di sebuah mall kecil, kebetulan ada counter dadakan sedang memamerkan produk baru LCD. Eh, ternyata juga melayani permintaan kredit. Wah, ini namanya pucuk monitor dicita ulam LCD tiba. Langsung saja saya isi form pengajuan kredit. Ternyata mudah. Tanpa banyak pertanyaan dan basa-basi. Selesai isi form, si gadis penjaga pesan agar saya tunggu disurvei dalam satu dua hari kedepan.


 

Dasar orang jujur, saat isi form itu saya menuliskan apa adanya tanpa rekayasa. Tepat dua hari kemudian, saya didatangi surveyor penyedia layanan kredit itu, malangnya ia datang ke tempat kerja sesuai form yang saya isikan saat itu. Kemudian bla bla bla, sayapun banyak diserbu pertanyaan oleh si Mas yang kelihatan angker. Dasar saya orang jujur, semua pertanyaan dijawab apa adanya termasuk gaji saya yang berjumlah 2 kali lipat dari angka kredit bulanan sesuai pengajuan. Tanya jawab hanya sampai ke masalah gaji. Lalu disudahi begitu saja, Si Mas yang bertampang serem itu segera pamit.


 

Dua jam kemudian ringtone HP saya berbunyi SOS, sms masuk dari counter dadakan penjual monitor berisi bahwa pengajuan saya ditolak. Lha lak tenan!, saya membatin. Padahal waktu mengisi form saya sudah pesan agar disurvey ke rumah bukan ke kantor bolong saya. Inilah jadinya. Tidak jadi juga mengganti monitor tua saya dengan yang baru. Apa karena kreditan, ya? Anehnya, setelah kejadian itu monitor saya setia menemani hingga detik ini tanpa ngadat sedikitpun. Percaya?


 

Saya sendiri hampir tidak percaya? Tapi itu yang terjadi.


 


 


 


 

8 komentar:

sukarnosuryatmojo mengatakan...

tega patine gak tega ngadate. itu namanya belum jodoh dng LCD mas, sayangilah monitor tua yang setia itu.

Senoaji mengatakan...

monitor tua kadang lebih dioptimisasi dengan seperpat yang yoi, dan yangbaru apalagi yang laku dipasar kayak jualan intip, biasanya belum bisa diandalkan keampuhannya karena mungkin disetel rusak ditahun keberapa supaya kostumer membeli produk mereka yang baru

*mbuh iki bener po ra..xxixixiixix*

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yg penting masih bisa dipakai.

anggi mengatakan...

klo masih bs dipake knp hrus ganti??

mngkin si monitor masih ingin trus bersama dengan anda... :)

attayaya mengatakan...

wah udah ada niatan ngganti lcd neh.
semoga berhasil bro.
lcd lebih hemat listrik

MATA HATI mengatakan...

hahahaha... tuh tandanya monitor lama lom mo digeser..

J O N K mengatakan...

hahaha berpindah ke lain hati nihh

kejar terus mas :D, saya mau tidur dulu hehe, jam seginih masih keluyuran padahal lagi sakit

phiy mengatakan...

Monitornya ngeriin banget prasaan tuannya kali,
hihi :D