Sebuah negara kaya raya berbendera warna pelangi, namanya Republik Warna Warni. Pada agenda tahun ini pemerintahnya sedang memulai suatu kebijakan baru yaitu menyelamatkan manusia dari kemiskinan dan penderitaan. Sang presiden menyebarkan untusannya untuk membuat survei ke seluruh bangsa-bangsa di dunia.
Tujuan daripada survei ini adalah untuk mengetahui apa barang termurah dan termahal. Hasil survei itu akan menentukan bangsa mana yang perlu pertolongan agar harganya turun dengan cara membeli barang dari negara lainnya yang memiliki harga paling murah kemudian memberikan secara cuma-cuma. Survei yang dilakukan berdasarkan fakta dan data-data valid pada 10 tahun terakhir.
Tiga bulan masa survei telah berakhir. Para utusan telah kembali. Saatnya mereka menyampaikan laporan hasil surveinya masing-masing. Tiba pada giliran utusan yang ditugaskan ke Indonesia untuk menyampaikan laporan, Sang Presiden tercenung bagai patung mendengarkannya.
Apa yang termahal dan termurah di negeri ini berdasarkan fakta dan data pada sepuluh tahun terakhir adalah sesuatu yang diluar dugaan. Sembilan puluh sembilan persen harga barang tergolong paling mahal, mulai dari pulsa sampai mobil, bahan pangan dan obat-obatan bahkan hasil pertanian sendiripun seringkali sulit dibeli masyarakatnya. Dan barang yang paling murah hanya satu yaitu air mata.
Sesuai data yang diperoleh, bangsa ini seringkali membuang-buang air matanya karena penderitaan yang disebabkan oleh fenomena alam dan ketamakan manusia. Data lengkap tentang kerusuhan-kerusuhan, pembunuhan masal, demontrasi brutal, bom Bali yang tidak cukup sekali dan ironisnya didalangi oleh anak bangsa sendiri, korban tsunami paling banyak. Dan sebagainya dan sebagainya. Kemudian terakhir adalah korban luluh lantaknya penduduk Situ Gintung pada 27 Maret 2009 kemarin.
Murahnya air mata itu tidak mungkin dibeli oleh Republik Warna Warni. Hanya Tuhan yang mempu menghapusnya. Begitu pikir Sang Presiden.
13 komentar:
Eitss, jangan salah airmata di negara miskin bermasalah juga mahal lho bang.
masalahnya airmata itu bukan mahal, tapi justru kebanyakan nangis jadi sudah kering sumbernya
Hhh...Turut Prihatin .....
sedih klo mikirin situ gintung itu...
airmata skrg udh murah bgt
Turut berduka cita....Mari berdoa untuk Ba ngsa
duh jadi sedih kalau membaca tentang situ gintung, semoga semuanya diberi ketabahan aja ...
Derasnya air mata penderitaan rakyat nusantara, telah menjadi air bah yang meluluhlantakkan kehidupan, tp itu semua belum bisa mengetuk dan membuka nurani penguasa. Apakah mesti menunggu keluarnya air mata darah?
Marilah semua kita bercermin dan introspeksi akan semua kesalahan yang telah kita perbuat. Karena pada dasarnya rentetan peristiwa dan musibah yang terjadi tak lain adalah peringatan untuk kita semua.
ini sekalian mo nyaingi republik mimpi, republik cinta, republik attayaya, republik antah berantah
mungkin suatu saat ngeluarin air mata pun harus bayar pajak dan harus dilaporkan dalam SPT tahunan, kalo tidak kena denda 100 rebo. ini kerja gila!!!
edunnnn edunnn... kalo bikin anekdot pancen yoi pol kowe ki kang...
rupanya yg ada bencana situ gintung bukan cuman di Indonesia aja
Republik warna warni ada juga...
oooowwww...baru tau
*ngasal mode on*
begitulah indonesia kita.. tapi bukannkah dari dulu lagi air mata selalu mengiringi perjalanan indonesia kita?
Negeri Ini Bernama Republik AirMata
DImana Airmata jika dikumpulkan akan menggenang dan membanjiri bumi.
Posting Komentar