Selasa, 14 April 2009

TAKUT DENGAN BARANG BARU

Awal bulan ini instansi tempat saya bekerja ada staf baru. Seorang wanita yang masih pantas disebut gadis belia. Cantik. Berkacamata. Drop out dari sebuah PTS entah jurusan apa. Dari angin lalu yang berhembus mulut ke mulut terdengar kabar bahwa dia ini terpaksa mrotol kuliahnya karena kekurangan biaya. Dan masuknya karena ada kemudahan sebab sang bapak adalah sopir pribadi dari salah satu investor. Ada kolusi, begitulah kira-kira.


 

Peraturan tentang kepegawaian yang mengatur kedisiplinan di kantor ini sangat kurang perhatian para pegawainya. Rata-rata mereka seenak udel-nya sendiri datang dan pulang kerja. Datang selalu kesiangan, pulang sebelum waktunya. Kebiasaan buruk untuk sebuah institusi swasta yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.


 

Kalau saya, bisa dibilang pekerja VIP. Artinya lebih seenaknya sendiri datang dan pulang kerja. Tapi waktu kerja justru melebihi siapapun. Kadangkala datang sebelum pintu utama dibuka, bahkan lantainya belum disapu. (Karena tukang nyapunya saya sendiri) Pulang juga ketika yang lain mungkin sudah pada ngorok. Seolah-olah institusi ini milik saya pribadi. Yang pasti kegiatan saya sehari-hari tidak akan membuat yang lain iri hati. Sebab apa yang saya lakukan tidak bisa mereka kerjakan. Itu kelebihannya. Gaji yang saya terima pun harusnya setingkat para menejer. Ini yang penting bagi saya, pendapatan.


 

Walau VIP, sebenarnya saya bukan apa-apa. Karena jabatan menejer mempunyai kualifikasi minimal lulusan D3. Jadi pada struktur organisasi pastilah nama saya tidak nampak. Jebolan es-em-a tidak ada pada standar minimal. Saya hanya bekerja di belakang layar. Jadi sutradara, tapi setingkat cleaning servise. Wah jadi curhat nih.


 

Kebiasaan buruk yang sesuka hati itu seperti penyakit kronis yang tidak pernah bisa disembuhkan. Kalaupun ada tindakan, paling banter satu atau dua hari saja tertib, sisanya kembali ke zaman purba.


 

Dengan diperkerjakan tenaga baru - si gadis cantik itu - tiba-tiba saja kedatangan para staf terlihat tertib. Kebiasaan ngaretnya hilang sama sekali. Waktu pulangpun, sesuai dengan peraturan yang ada. Selidik punya selidik, e...e... ternyata si gadis baru ini adalah kaki tangan bos besar yang punya tugas mencatat secara manual siapa saja yang suka datang terlambat dan pulang mendahului.


 

Ketika istirahat siang, dalam sebuah pergunjingan kebetulan saya ikut ngumpul. Mereka asyik ngrasani si gadis kaki tangan bos ini. Saya nyeletuk sesuka hati,"Peraturan ndak ditakuti, sama barang baru malah takut...."

11 komentar:

riosisemut mengatakan...

Aku pertamax...!!
Bentar aku baca dulu.

riosisemut mengatakan...

Wekekekek,.. kalimat yg terakhir itu lho, nonjok banget.

attayaya mengatakan...

yahhh yg ketiga deh

attayaya mengatakan...

lha barang barunya maknyussss gitu

bocahbancar mengatakan...

HOhoho memangs ednag curhat kok Mas...

Bahtiar Awam mengatakan...

Klo Mas RCO takut ma yang mana, peraturan atau orang baru itu? Atau gak takut ma dua-duanya alias suka menerabas peraturan? Huehehe....nggaklah ya, Mas RCO mah termasuk jenis yang baik. (Ehemm).

bocah gatel mengatakan...

wew, hebat, jarang2 ada yg bisa seperti itu..
datreng paling awal pulang paling telat...

mantab!!

sukarnosuryatmojo mengatakan...

paling aman dari ancaman, masuklah kandang macan dengan memacari gadis kaki tangan si bos itu he..he..

Nyante Aza Lae mengatakan...

sayang banget
photo gadisnya gak ditampilin
khan jadi penasaran bro..?
wekwkwkekkwk

zenteguh mengatakan...

wah enak dong mas, gak usah kuliah tinggi2 udh bisa kerja (lo kok ikut ngrasani he..he..):D

Laston M Nainggolan mengatakan...

Klo takut, kasih kesini aj bro, he,,he,,