101 tahun silam, pada Hari Minggu, 20 Mei 1908 Pemuda Soetomo menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan bangsa sendiri. Bersama kawan-kawan yang sebelumnya melalui diskusi serta pertemuan demi pertemuan yang panjang akhirnya pada hari itu juga didirikan Perkumpulan Boedi Oetomo. Berdirinya organisasi ini telah direspon baik oleh semua kalangan sebagai bentuk organisasi yang nasionalis. Semangat persatuan dan persatuan berbangsa dan bertanah air Indonesia telah lahir. Walau perjalanan organisasi ini tidak berjalan mulus, tapi pada akhirnya Pemerintah selalu memperingatinya sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Seabad lebih satu tahun Kebangkitan Nasional lahir, apakah ini berarti jiwa nasionalis Bangsa Kita setua umurnya? Pertanyaan yang melesat begitu saja dalam pikiran saya. Entah apa jawabannya. Keadaan negeri ini sepatutnya lebih baik dari 101 tahun silam dimana negeri ini diperintah oleh bangsa asing. Keadilan dan kemakmuran tentulah sangat jauh dari kenyataan. Kini Negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alam ini telah diperintah oleh bangsa sendiri, harapan kita adalah negeri yang makmur sejahtera. Bisakah?
Semoga. Dan tugas kita tidak hanya sekedar berdo'a saja. Apalagi menuntut yang macam-macam pada pemerintah. Tunjukkan jiwa kebangsaan kita. Bagaimanapun juga negeri ini adalah milik kita bersama. Bangkitlah dan terus bangkit berjuang sesuai profesi kita. OK?
Salam persatuan dan kesatuan. MERDEKA……………….!
4 komentar:
hanya satu kata bang RCO: Merdeka!
semoga cita-cita para pahlawan kita dulu bisa dilanjutkan oleh generasi kini, tidak hanya sekedar berjuang utk diri sendiri tapi sekaligus berjuang utk bangsanya....
Amin, smoga negri ini menjadi makmur dan sjahtera.
Tinggal kita menentukan siapa pemimpin yg layak dipilih.
wahai petinggi negeri... semoga makna kebangkitan nasionak ini bisa kalian hayati..
nice posting sobat...
Posting Komentar