Senin, 11 Mei 2009

BONGKAR PENGALAMAN PAHIT-1

BAGIAN-1


 

Bulan lalu saya membaca sebuah blog yang pada alinea pertamanya membahas tentang kejujuran pelamar kerja. Menurut penulis, kejujuran mereka adalah yang utama perlu dipertimbangkan di samping kualifikasi SDM-nya.


 

Saya jadi bertanya-tanya sendiri, kejujuran yang seperti apa? Sebab, yang pernah saya alami justru kejujuran saya berbuntut makian. Wawancara yang saya lalui adalah mendengar kemarahan.


 

Begini ceritanya.

Tahun 1994 silam saya sudah bekerja pada sebuah instansi kesehatan swasta. Karena kualifikasi saya yang tidak mendukung, saya hanya kebagian tempat paling rendah. Saat itu bagi saya bukan masalah. Tapi namanya manusia, saya punya keinginan yang lebih. Maunya dapat kerja dengan gaji yang layak. Mumpung masih muda tidak ada salahnya saya coba cari kerja di tempat lain yang menjanjikan.


 

Hobbi saya membaca. Baca Koran terutama. Pada umumnya, ketika masih sekolah orang baca Koran untuk bahan cari kliping. Lulus sekolah baca Koran cari lowongan. Kalau sudah mapan baca Koran untuk cari jodoh. Sudah kaya raya baca Koran untuk gaya……wahahahah….intermezo.

Bersambung......

14 komentar:

J O N K mengatakan...

oalah, kok udah bersambung heuheuheu, yah ditunggu dah :D

RCO mengatakan...

@ JONK : ceritanya panjang, biar tidak menyita waktu kalian BW ke tempat lain

phiy mengatakan...

segalanya dateng dari koran gitu yak,
skolah - koran - kliping
lulus - koran - kerja
mapan - koran - jodoh
hihii... unik :D

buJaNG mengatakan...

Kalau saya dulu habis PKL langsung diterima kerja di tempat PKL saya itu, mungkin karena lihat kualitas kerja saya yg diatas rata-rata....
**nyombong dikit wkwkwkwk...

BIG SUGENG mengatakan...

Kita tidak boleh bohong, tapi juga tidak harus terbuka semuanya, kalau saya cenderung harus diplomatis

Awam Bhq mengatakan...

Tidak sabar menanti lanjutannya.

riosisemut mengatakan...

Walah paki birsambung sigala, kayak sinitron aja.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

baca koran buat gaya juga ya? ha ha hha

attayaya mengatakan...

ayo sambung lagi
sepahit apapun itu

reni mengatakan...

Masih bersambung ya? Kapan dilanjutkan lagi ?

rastafari mengatakan...

waduh...... mau tiru Ram Punjabi?...apa ridho rhoma? yang tobe continued....cepet mas mau tahu pahitnya

dwina mengatakan...

ada sambungannya tho yo wis tak tungguin deh

zenteguh mengatakan...

baca koran emang penting mas kekek...(suara orang koran ini)

suwung mengatakan...

pahitnya dimana?