Minggu, 03 Mei 2009

OBAT ANTI KORUPSI

Mengingat terlalu besarnya kasus korupsi yang selalu meningkat setiap tahun bahkan hampir tiap bulan maka pemerintah Negeri Khayalan Diri telah mendirikan sebuah Rumah Sakit Anti Korupsi. Rumah sakit ini setingkat dengan rumah sakit jiwa. Menurut para ahli kejiwaan, korupsi merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh virus dan yang menyerang hati nurani para korbannya. Jika hati nurani itu telah sakit maka jiwa dan pikiran mereka pun dianggap sakit. Karena fakta inilah maka para koruptor digolongkan sebagai penderita penyakit jiwa.


 

Pasien dengan diagnose penyakit korupsi akan dikirim ke laboratorium pemeriksaan jawatan kriminal dan kejahatan luar biasa departemen kepolisian pusat. Di sana sang pasien akan mendapatkan pemeriksaan secara ketat tanpa makan dan tidur selama 24 jam penuh. Setelah melalui pemeriksaan ini pasien akan dikirim kembali ke rumah sakit anti korupsi untuk dirawat inap. Sebelum ditempatkan pada ruang rawat inap, dokter ahli anti korupsi akan membuat wawancara khusus dengan si pasien untuk menentukan tingkat keparahan penyakitnya dan bagaimana kelanjutan pengobatannya.


 

Untuk sementara tingkatan penyakit korupsi menurut para doter ahli rumah sakit itu terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  1. Keterpaksaan
  2. Ikut-ikutan
  3. Kekayaan


 

Sederhana saja wawancara dokter ahli itu, karena pertanyaannya hanya sedikit mengulang hasil pemeriksaan awal.

Untuk pasien yang digolongkan pada kriteria pertama, dimana secara fakta dan bukti yang meyakinkan bahwa penderita telah terjangkit korupsi karena gaji kemudian terpaksa melakukan korupsi maka obatnya adalah jalan keliling kota dengan leher dikalungi sebuah papan seberat 1 kg bertuliskan "SAYA SEORANG KORUPTOR KELAS TERI" sambil meminta maaf pada semua orang yang ditemuinya. Obat ini tergolong ringan karena si pasien bukan orang kaya raya sebelum menjadi koruptor.


 

Sementara itu penderita pada golongan kedua, yang secara jelas telah terjangkit korupsi karena hanya iseng dan ikut-ikutan temannya maka obatnya sama dengan penyakit korupsi tingkat pertama, hanya sedikit berbeda pada berat papan yang dikalungkan. Pada pasien jenis ini dokter akan memberikan bobot papannya 2 kg bertuliskan "SAYA KORUPTOR KELAS ECEK-ECEK, JANGAN IKUT-IKUTAN SAYA."


 

Untuk penyakit golongan ke tiga yang tergolong kronis, sebab alasan mereka berbuat korupsi adalah untuk mengumpulkan kekayaan. Kekayaan adalah harta yang tidak ada batasnya sehingga para koruptor kemungkinan sembuhnya adalah 0% maka pengobatannya langsung kepada pembersihan virus secara total. Pemisahan virus dari tubuh para koruptor hanya bisa dilakukan dengan memisahkan kepala mereka dari tubuh secara perlahan. Dengan pemisahan ini jiwa mereka akan tercabut dengan sangat sengsaranya sehingga sang viruspun enggan menyebar kepada yang lain.


 

Obat-obat anti korupsi itu telah diujicobakan pada kucing-kucing yang suka mencuri lauk tetangga. Dan dianggap paling ampuh untuk digunakan tanpa efek samping.


 

Satu hari setelah didirikannya rumah sakit anti korupsi ini, Negeri Khayalan Diri telah mendapatkan ribuan kecaman dari seluruh dunia karena obatnya dianggap terlalu keras dan tidak manusiawi. Badan kesehatan dunia WHO menentang keras anggapan koruptor sebagai pengidap penyakit jiwa. WHO lebih mengkategorikan para koruptor sebagai pelaku tindak pidana. Bak anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Para pelopor pendiri rumah sakit anti korupsi tidak peduli dengan semua complain dan ancaman dari Negara tetangga yang akan memboikot Negara itu bila terus melanjutkan aksi kontroversinya terhadap para koruptor.


 

Demikian sekilas info.


 


 


 


 


 

23 komentar:

JengSRI.Com mengatakan...

pertamax!!!

Judulnya keren bang. berarti koruptor harus minum obatnya berapa kali sehari bang,hehehe

phiy mengatakan...

ada lagi penyebabnya: tuntutan istri dan anak.
hehe :D

riosisemut mengatakan...

Hwahahaha... bisa aja bikin cerita.

J O N K mengatakan...

wadoh jadi ngeri donk ,

eh tapi ada benernya juga lho , china kan kayak gitu, yang korupsi di hukum mati, tapi harus konsisten hehehe, lah di indo mah susah nerapinnya ...

zenteguh mengatakan...

kalo saya koruptor, pasti masuk jenis ketiga wah. Walah!:D

Linda Belle mengatakan...

obat anti korupsi heheh bisa aja nih

btw kmrn aku smpt mo pake template ini hihi ternyata udh kepake..bgs kok

rayearth2601 mengatakan...

dijual gak nih obatnya ?

suwung mengatakan...

tambah satu bos
iman

dwina mengatakan...

kalo bicarain korupsi mah kagak ada habis nya. bes pada demen korupsi sih palagi yang duduknya di kursi panas noh. yang jadi tumbal rakyat kecil yang emang udah kecih
duh ngenes banget ya bang

senoaji mengatakan...

bwegbwegbweg! stressss stressss bwegbwegbwegbweg!!!

bocahbancar mengatakan...

Yang menjadi perhatianku selama ini itu ya..
karena korupsi itu sudah merupakan kebiasaan, kebiasaan yang memang sudah tahu salah namun seolah2 harus dilaksanakan...
Aneh ga..????

kak_ega_punya cerita mengatakan...

mungkin kita sudah terlalu muak dengan koruptor2.. sampai akhirnya mucul postingan ini.. keren!!

joe mengatakan...

sebaiknya obat itu diproduksi secara massal dan dibagikan kepada seluruh pejabat di indonesia ...

cucuharis mengatakan...

Hehehe
Andai saja benar2 ada pil dan kapsul anti korupsi
Yang bisa diminum setiap ada kesempatan korupsi :D

Awamsangat mengatakan...

Aku koruptor bukan ya?
Mas RCO, link-mu aku taut di WP-ku. Klo bisa link blogspotku di sini ditukar ma yang WP aja yang sering update. Sori, ngrepotin.

attayaya mengatakan...

lanjutkan semangatmu bro
hancurkan korupsi
aku mendukungmu

trimatra mengatakan...

ketiganya telah didiagnose mengidap virus "kerakusan" sifat rakus itulah yg menjadi pemantik penyakit korupsi. bener ga sih?

attayaya mengatakan...

pokoke jangankorupsi deh
plissss

sukarnosuryatmojo mengatakan...

korupsi itu ibarat candu, jgn sekali2 untuk memulai ...

Tukang komen mengatakan...

Berantass korupsi...

attayaya mengatakan...

siang bro, mo jumatan dulu

antaresa mengatakan...

hihihi...ceritanya kreatip abis,

mas ini suka menghayal ya, ada-ada saja hayalannya,

kalo emang ada rumah sakit seperti itu pasti sudah mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk saya mas, koruptor kelas teri, suka korup masalah uang buku ma uang jajan

QEnt Kei mengatakan...

ya ampunn...
keren... penyakit korupsi... uhum siapa yang pertama kali nemuin?